PENGALAMAN REKRUTMEN PT PLN - TES FISIK

Monday, January 16, 2017

pengalaman rekrutmen pt pln - tes fisik

Hai..
Setelah posting sebelumnya aku sharing soal tes psikotes PT PLN, sekarang aku akan sharing soal seleksi tahap selanjutnya yaitu tes fisik PT PLN. Dalam tes fisik kali ini yang di uji adalah tubuh/ fisik kita saja bukan tes kesehatan menyuluruh. Tes kesehatan menyeluruh itu nanti akan di tes pada tahap seleksi selanjutnya yaitu tes laboratorium dan penunjang apabila kita lolos dari tes fisik ini. Apa saja yang di uji pada tes fisik PT PLN ini? Kayaknya tes fisik di kota satu dengan kota lain sama ya. Cuma kata temenku yang pernah ikut tes fisik di Jogja, katanya tes keseimbangannya lebih mudah daripada yang di Surabaya.


Oke, jadi pada tes fisik ini sebenernya nggak ada hal spesifik yang perlu di pelajari. Dan nggak ada tips khusus agar bisa lolos tes fisik ini. Cuma waktu aku baca baca tulisan dari blogger lain, mereka menyarankan agar meminum susu Bear Brand buat menjaga kestabilan tubuh, misalnya biar tekanan darahnya normal. Aku mengonsumsi Bear Brand sehari dua kali, pagi hari dan sore hari. Tapi kalau konsumsi sehari sekali juga nggak papa kok. Aku ngonsumsi dua kali soalnya suka sama nih susu. 

Sebelumnya nih setelah selesai tes psikotes, sebelum pulang kita di beritahu oleh panitia rekrutmen seleksi calon pegawai PT PLN, agar kita menjaga pola makan dengan makan makanan yang sehat seperti makan sayur sayuran dan buah buahan untuk persiapan tes laboratorium dan penunjang. Jadi setelah tes psikotes itu selesai, sorenya aku langsung berhenti makan makanan yang sumbernya dari protein hewani (kecuali susu rendah lemak macam Bear Brand) sampai tes laboratorium dan penunjang selesai.

Saat pelaksanaan tes fisik waktu itu di adakan di Laboratorium Pramita. Pertama kali datang aku langsung di beri nomor antrian buat di pegang dan satunya lagi di tempelin di tas. Awalnya aku bingung ngapain tasnya pakai di beri nomor antrian. Ternyata waktu masuk ke dalam, tas kita nanti di letakkan di musholla selama pelaksanaan tes berlangsung.

Pada saat tes fisik, hari itu sedang hujan deras banget, jadi para peserta yang sebenarnya di suruh antri di luar gedung laboratorium, pada di suruh masuk ke dalam semua. Jadi di dalem Laboratoriumnya tuh sampai penuh dan banyak peserta yang berdiri karena nggak kedapetan kursi.

Waktu itu kita menunggu untuk registrasi dulu lalu di foto juga. Baru deh setelahnya kita di suruh tes tes. Aku waktu itu tes mata dulu karena tes tensi-nya masih antri. Di tes mata itu nanti kita di suruh membaca huruf huruf dari besar sampai kecil banget. Yah, tes minus lah istilahnya. Setelah tes mata, aku langsung antri buat tes tensi. Awalnya bener bener deg deg-an soalnya takut tensi ku malah naik gara gara grogi. Tapi untungnya tekanan darahku normal. Denyut nadinya juga normal. Jadi aku ngerasa agak lega deh. Soalnya ada beberapa orang yang mereka ngulang gara gara tekanan darahnya terlalu tinggi atau denyut nadinya terlalu rendah. Ada beberapa temen yang mereka nggak sarapan dulu soalnya ngira kalau tes fisik ini sama kayak tes kesehatan. Padahal justru pada tes fisik ini sarapan di perlukan agar tekanan darah dan denyut nadi normal selain itu agar keseimbangan tubuh nggak loyo.

Ada juga nih salah satu temen yang cerita kalau temennya dia tekanan darahnya sampai 160 :'D
Bahkan dia sampai di ulang tiga kali. Pada tes ulang yang kedua sih tekanan darahnya masih 135. Jadi masih harus di ulang. Nah, pada tes ulang yang ke tiga, tekanan darahnya naik lagi jadi160 :'D
Waktu aku tanya kenapa kok temen dia bisa kayak gitu. Apa mungkin grogi ya. Ternyata si temen dia itu semalem nggak tidur sama sekali :'D

PT PLN menerapkan agar pada saat tes tekanan darah ini tidak lebih dari 130. Kalau misal ada yang lebih dari 130, maka harus di ulang.

Setelah tes tekanan darah, selanjutnya yaitu tes mengukur tinggi badan dan berat badan. Dimana PT PLN menerapkan untuk calon pegawainya agar memiliki BMI (Body Mass Index) di bawah 28. Kalau kalian pengen tau cara menghitung BMI, cari saja di google kalkulator BMI. Kalau di atas 28, siap siap diet ya :'D

Nah, setelah tes tinggi dan berat badan adalah tes keseimbangan. Di tes ini nih yang antrinya panjang banget sampe bejubel gitu. Di tes keseimbangan ini kita masuk ke sebuah ruangan yang di dalamnya ada garis hitam di tengah ruangan. Nanti kita di suruh muter tiga kali sambil nunjuk satu titik di lantai, setelah itu kita di minta buat jalan lurus mengikuti garis hitam di tengah ruangan tadi bolak balik. Setelah jalan lurus tes keseimbangan selanjutnya yaitu kita akan di minta berdiri dengan satu kaki terangkat (gaya burung bangau) sambil kedua tangan di rentangkan. Kita juga di suruh tutup mata dan berdiri kayak begitu selama beberapa menit. Setelah salah satu kaki selesai, kita di suruh untuk melakukan hal yang sama pada kaki yang satunya seperti tadi berdiri kayak burung bangau. Sumpah ini rasanya lama banget loh. Menjaga keseimbangan sambil tutup mata. Rasanya kaki pengen jatuh terus. Di tes keseimbangan angkat kaki ini kakinya nggak boleh jatuh (usahakan jangan jatuh). Karena kalau jatuh di suruh ngulang sampe seimbang. 

Tes yang terakhir adalah tes bersama dokter (Maaf aku lupa sebutannya apa ya. Pokoknya di tes ini tuh yang waktu di periksa nggak pakai baju). Jadi sebelum tes, dokter meminta agar peserta masuk ke ruang periksa berkelompok dalam tiga orang. Sebelum tes kita juga di suruh untuk ganti baju dengan baju yang di sediakan (semacam baju operasi gitu yang di depannya cuma ada satu perekat dan perekatnya nggak nempel alias gampang copot T.T)

Sementara salah satu peserta di periksa, kedua peserta lain di minta untuk sembunyi di balik tirai ganti soalnya mungkin biar enak ajalah ya secara kita di telanjangi sama bu dokter T.T
Tiba giliran aku, pertama yang di peiksa kalau nggak salah ingat adalah lingkar perut. Lingkar perut ini kalau perempuan nggak boleh lebih dari 53 (seingat aku). Dan ternyata aku lebih dari 53 :'D (Maaf nggak bisa sebutin. Rahasia :D). 

Setelah mengukur lingkar perut, selanjutnya tes thorax (Kata temen sih namanya tes Thorax). Di sini kita di suruh ngangkat tangan lurus lurus di depan muka (gaya menengadah lurus, telapak tangan di rapatin) terus di atas kedua telapak tangan kita di letakkan selembar kertas. Selanjutnya selembar kertas tadi di ganti dengan buku. Katanya sih naruh benda benda tadi di atas telapak tangan tuh memeriksa apakah kertasnya bergetar atau enggak. Kalau bergetar berarti kita punya thorax. Kalau bergetar normal wajar loh ya. Kaki kita juga di periksa di sini. Jadi kita di suruh jinjit terus lekukan belakang lutut nanti bakal di lihat apakah kita punya varises atau enggak.

Tes selanjutnya bu dokter meminta aku untuk buka mulut lebar lebar. Di sini gigi dan kesehatan mulut kita bakalan di cek. Kalau kalian punya karang gigi, sebelum tes ini berlangsung, lebih baik karang giginya di bersihkan dulu. Atau buat kalian yang punya masalah sama gigi berlubang mending di tambal aja dulu giginya. 

Setelah itu aku di minta berbaring di atas ranjang. Di sini aku di periksa apakah memiliki kanker/ tumor (maaf) payudara atau enggak. Pinggul aku juga di periksa (Katanya untuk mengetahui apakah kita udah pernah melahirkan atau belum). Setelah itu tes ini nih yang rasanya mengerikan banget. Yaitu tes ambeien. Jadi di tes ini bu dokter akan memasukkan jempolnya ke lubang (maaf) anus dan jarinya di putar putar. Sumpah ngebayangin aja masih ngeri >.<

Akhirnya semua rangkaian tes fisik selesai dan bisa pulang. Sebelum pulang kita di minta untuk mengisi absen pulang dua kali. Dan kata panitia pengumuman akan di umumkan kira kira semingguan. 

Dan itu aja cerita pengalaman tes fisikku di PT PLN. Terimakasih buat yang udah baca sampai akhir dan sampai habis. Semoga kalian nggak bosen dengan cerita aku. Semoga postingan ini bermanfaat buat yang sedang membutuhkan inspirasi sebelum tes fisik di PT PLN. Postingan selanjutnya aku akan share pengalaman tes laboratorium dan penunjang di PT PLN. 


THANKYOU!


WITH LOVE,




SOUN 

You Might Also Like

9 komentar

  1. kak aku mau nanya, kalo gigi crowded penilaiainya gimana ya? terimakasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. hai makasih udah mampir :)
      kalo menurut aku masalah gigi nggak terlalu masalah sih, yang penting bersih aja

      Delete
  2. Hai kak :)
    Aku mau nanya kalo mata nya minus, apakah menjadi masalah besar? Dan batas toleransi yg dibolehkan PLN sampai minus berapa ya kak? Terimakasih :)

    ReplyDelete
  3. halo mau tanya dong, kirakira durasi proses tes fisik ini berapa lama ya? makasih

    ReplyDelete
  4. Kak terimakasih sekali infonya sangat membantu. saya mau nanya, kalo untuk ambeien gimana ya kak kalo ternyata ada ambeien? apakah gugur atau bagaimana? terimakasih sebelumnya :)

    ReplyDelete
  5. Hay kak terima kasih infonya sangat bermanfaat..mau nanya dong kak, gigi berlubang harus ditambal ya? Kalau ga gmn tuh kak meski karang giginya sudah bersih? Mohon dijawab ya kak:) terima kasih

    ReplyDelete
  6. Jadi kak, kalau fisik nya gak sempurna gagal ya?

    ReplyDelete

  7. I know this web site offers quality depending articles or reviews and other information,
    is there any other site which offers such data in quality?

    my web-site: 부산달리기

    ReplyDelete


  8. You completed several nice points there. I did a search on the issue and found the majority of
    persons will go along with with your blog. 안마

    ReplyDelete

Hai, Barbie! Terimakasih sudah mampir ke blog-ku. Jangan lupa tinggalkan komentar ya. Klik 'Notify Me' agar kalian tahu aku membalas komentar kalian ♥

Adventure Time - Lady Rainicorn

Kumpulan Emak Blogger

Blogger Perempuan

Blogger Perempuan

Blogger Babes

Blogger Babes are Sophisticated Bloggers Seeking Simple Solutions and Support